Apa Saja Yang Harus Ada di Dalam Surat Jual Beli Rumah dan Tanah? Ini Daftarnya

Memiliki sebuah rumah adalah dambaan setiap orang. Jika Anda memiliki rencana untuk membeli sebuah rumah hunian, perhatikan pengurusan surat perjanjian jual beli tanah sebelum melakukan transaksi. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kemudian hari. Berikut ini adalah ulasan singkat yang bisa Anda pelajari.


Syarat-Syarat Surat Jual Beli Rumah

Menurut Undang-Undang yang ditetapkan oleh pemerintah, jual beli merupakan suatu proses pemindahan atau peralihan hak dari penjual kepada pembeli. Dalam hal jual beli, dibutuhkan beberapa persyaratan untuk menjadikan proses jual beli tersebut sah di mata hukum. Prinsip dasar dalam proses jual beli adalah terang dan tunai, dimana terang adalah kondisi pada waktu terjadinya jual beli yang disaksikan oleh pejabat berwenang dan tunai adalah transaksi jual beli yang dilakukan atau dibayarkan secara tunai.

Dalam hal jual beli rumah dan tanah, pejabat yang berwenang untuk menyaksikan dan melakukan pencatatan jual beli adalah PPAT atau Pejabat Pembuat Akta Tanah yang telah menerima surat pengangkatan dari Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia. PPAT bertugas untuk membuat akta jual beli, membuat akta hibah, mencatat perjanjian tukar menukar, pengurusan pemberian hak bangunan atas tanah hak milik, pemberian hak tanggungan, dan lain sebagainya. Pada tingkat desa atau kecamatan yang masih belum ada PPAT yang bertugas di wilayah tersebut, maka petugas PPAT digantikan sementara oleh Kepala kecamatan.

Berikut ini adalah persyaratan yang harus anda lengkapi jika ingin mengurus surat perjanjian jual beli tanah dan rumah.

1. Data dari pihak Penjual

Adapun data dari pihak penjual yang harus dilengkapi adalah :
  • Kartu Tanda Penduduk
  • Kartu Keluarga
  • Surat Nikah
  • NPWP
  • Surat Pernyataan Persetujuan dari Istri atau Suami
  • Jika pasangan telah meninggal, harus menunjukkan Akta Kematian
  • Jika pasangan telah bercerai, harus menunjukkan Akta Cerai dan Akta pembagian harta bersama yang menyatakan tanah/bangunan merupakan hak dari penjual
  • Sertifikat Asi atas tanah atau bangunan yang hendak dijual. Sertifikat ini meliputi sertifikat hak milik, sertifikat hak guna bangunan, ertifikat hak guna usaha, sertifikat hak milik atas satuan rumah susun. Keempat sertifikat inilah yang dapat dipergunakan dalam jual beli yang dicatat oleh PPAT. 
2. Data dari pihak Pembeli

Sedangkan dari pihak pembeli, anda harus mempersiapkan
  • Kartu tanda penduduk
  • Kartu keluarga
  • Surat nikah (jika telah menikah) 
  • NPWP 
Setelah persyaratan tersebut lengkap, anda bisa langsung menghadap pada PPAT yang bertugas di wilayah yang bersangkutan. Petugas PPAT akan melakukan pengecekan keabsahan sertifikat tanah ke Badan Pertanahan Nasional sebelum melakukan proses pembuatan surat jual beli.

Dalam hal jual beli tanah atau bangunan, baik pihak penjual maupun pihak pembeli akan dikenai pajak penjualan dan pembelian. Nilai dan ketentuannya telah diatur dalam undang-undang yang ditetapkan oleh pemerintah. Pajak tersebut dapat langsung disetorkan pada pemerintah melalui bank-bank yang ditunjuk. Pada umumnya, PPAT akan membantu anda mengurusi segala keperluan mengenai pembayaran pajak tersebut.

Pembuatan dan penandatanganan surat jual beli akan dilakukan di kantor PPAT yang anda tunjuk. PPAT akan membacakan dan menjelaskan setiap rinci dan detail pasal yang ada dalam surat jual beli tersebut. Apabila penjual dan pembeli telah menyetujui, maka surat jual beli akan ditandatangani oleh kedua pihak, PPAT dan juga saksi. Surat jual beli untuk kemudian akan dibawa oleh PPAT untuk dicatatkan di kantor pertanahan.